Minggu, 04 November 2012

Sekali lagi Promo AA 3 – 4 November 2012

Untuk kesekian kalinya, saya memanfaatkan tiket promo Air Asia (“AA”) Jakarta – Yogyakarta (“Yogya”) pp yang saya beli pada 16 Februari 2012 dengan harga Rp. 197.998,00. Berangkat ke Yogya 3 November 2012 dengan (“AA”) QZ 7552, pukul 09.30, menempati seat 10 F.

Beginilah suasana menit-menit menjelang pendaratan di Bandara Yogya.


Air Asia menjelang berangkat


Menyusuri pantai selatan Jawa




Melintas di atas Yogya


Yogya semakin dekat, siap mendarat

Tiba di Yogya, bersebelahan parkir pesawatnya dengan Lion Air


Setelah mendarat di Yogya, saya mampir makan siang dulu di Pecel Wader Bu Amad yang sudah banyak dibahas di berbagai blog. Lokasinya di sisi timur traffict light pintu gerbang bandara, persis di bawanya, alias di pojokan jalan. Beginilah tampilan pecel wader.

Pecel wader Bu Amad, di gerbang Bandara Yogya


Cukup murah kesimpulannya. Dua porsi nasi pecel, satu piring kecil wader goreng, dua es teh manis, menimbulkan kerusakan sebesar Rp. 16.000.


Sehabis makan meluncur ke arah timur atau Jalan Yogya – Solo. Melihat di sisi kanan jalan ada Candi Kalasan, saya menyempatkan diri untuk mampir.

Candi Kalasan


Gerakan berikutnya, menyeberang jalan untuk menengok Candi Sari. Seperti inilah sosok candi itu:

Candi Sari

Hari makin siang, saya meluncur ke Jalan Piyungan – Prambanan, belok ke timur untuk melihat Candi  Ratu Boko. Keputusan untuk mampir dibatalkan mengingat tempatnya yang cukup tinggi, setara tingginya dengan harga tiket masuk. Jadi, hanya sempat sampai di halamannya saja, baik dari sisi barat maupun sisi selatan.

Batal mengabadikan Candi Ratu Boko, mlipir ke timur ke area tengah sawah. Di sini bertemu dengan Candi Banyunibo. Beginilah wajah candinya:

Candi Banyunibo


Separoh energi tlah tergunakan, saatnya tuk melanjutkan ke tujuan utama, yaitu Air Terjun Sri Getuk (“Sri Getuk”).

Pertigaan Jalan Yogya Wonosari (setelah bandara gading) ke arah Sri Getuk Playen


Masuk kompleksnya membayar tiket Rp. 5.000,- (termasuk untuk parkir). Mampir ke Gua Rancang Kencono (“Gua”) yang letaknya berdekatan dengan  Sri Getuk. Rasanya tak terlalu istimewa gua ini, maka saya hanya melihat sekilas saja dan langsung cabut ke Sri Getuk. Di sini saya ambil pilihan paket rafting (termasuk pelampung dan perahu) sebesar Rp. 25.000,-







Di sini saya benar-benar menghabiskan waktu sampai saatnya obyek wisata ini tutup sekitar pukul lima sore. Beginilah suasananya :








 
Kalau menuju Sri Getuk Pulang melalui Jalan Yogya-Wonosari, maka pulangnya mencoba lewat jalur Panggang – Imogiri. Di tengah jalan yang gelap karena mendung, sempat istirahat sejenak mengambil gambar hutan jati.


Akhirnya balik ke Jakarta Sabtu 4 November 2012 dengan menggunakan AA QZ 7557 pemberangkatan pukul 12.55 dengan menempati seat 26 F.




Pesawat tiba dengan selamat di Bandara Soetta pukul 14.05 WIB.